Aldila, siswi berprestasi Jawa Tengah
Pengen Buat Novel dari Kumpulan Cerpen
Siswi SMP 2 Semarang ini
kemarin terpilih sebagai siswi teladan tingkat Jawa Tengah 2006. Dalam seleksi
yang digelar di LPMP Srondol beberapa hari lalu, Dila –panggilan akrab Aldila
Dyas Nurfitri- berhasil menyisihkan puluhan pesaingnya dari 35 kabupaten dan
kota se-Jateng.
SOFIAN
DS, Semarang
Seorang
lelaki duduk di teras rumah di Jalan Bangau 5/ 51 Perum Rumpun DIponegoro,
Muktiharjo Semarang. Ditangannya terbentang koran sore yang baru saja datang.
Sesekali ia balik lembar demi lembar untuk mencari berita yang bermutu. Hingga
kemudian matanya yang senantiasa berkacamata itu terhenti pada sebuah berita yang memuat
tentang anaknya, Aldila Dyas Nurfitri, 14. di dalam foto yang memuat gambar
Dila, demikian anaknya disapa, nampak Dila sedang tersenyum sambil memegang
piala besar. Ia terpilih sebagai siswi teladan tingkat Jawa Tengah yang digelar
10-12 Juli 2006 di LPMP Srondol Semarang.
Sore,
sekitar pukul 16.00, koran ini mendatangi rumah bercat coklat krem itu. Begitu Radar
Semarang datang, lelaki yang belakangan bernama Sujoni itu tergopoh-gopoh
menghampiri. “Cari siapa?, Dila?, yang dari Radar Semarang itu ya?”Selidiknya.
Begitu
Radar Semarang menyampaikan maksud kedatangannya, Sujoni yang bekerja sebagai
serse di satuan Reskrim Jatanras, Polwiltabes itu langsung mempersilahkan
duduk. “Silahkan, sudah ditunggu dari tadi, “katanya ramah.
Di
kesatuannya, Sujoni berpangkat Aipda. Istrinya bernama Tanti Agusrini, ia juga
seorang polisi tapi bertugas di Akpol. Pangkatnya lebih tinggi dari Sujoni,
Tanti berpangkat AKP. Dari pasangan ini lahir dua orang anak. Anak pertama
bernama Fahrul Rozi, dan anak kedua perempuan, mereka beri nama Aldila Dyas
Nurfitri.
Sebentar
duduk, yang dicari datang. Dila memperkenalkan diri. Mengenakan kaus hijau,
dipadu dengan celana softjins warna biru, Dila nampak cantik dan tinggi. Kalau
belum tau, orang susah menebak usia Dila hanya menilik dari tubuhnya yang
bongsor. Dila masih 14 tahun, tapi tingginya sudah 164 cm. Cukup tinggi untuk
anak yang baru menginjak kelas 9 SMP.
Dila
lahir 26 Oktober 1991. Meski masih muda, jangan remehkan jika diajak diskusi.
Gaya bicara boleh lugas, namun cerdas. Mau bicara soal apa saja, Dila mampu
mengimbangi. Feminisme, Pendidikan, hingga soal budaya, Dela nampak mengusai
betul. Maklumlah, Dila ini paling getol membaca buku-buku tentang apa saja.
Bahkan, dengan berani, ia menulis karya tulis berjudul “Pilar Citra Feminisme
diatas Emansipiasi Kartini” yang mengantarnya menjadi juara II Lomba Karya
Ilmiah Remaja “Pahlawan NAsional RA Kartini” tingkat kota Semarang 2006 ini.
Dila
memang cerdas, tak salah jika ia sering kali menjuarai beberapa karya tulis
remaja yang ia ikuti. Dila getol menulis. Hobi ini sudah ia geluti sejak ia masih
SD dulu. Menulis dan membaca, seolah menjadi salah satu menu wajib bagi
dirinya. “Setiap liburan, saya selalu pergi ke Gramedia. Baca dan beli
buku,”kata Dila.
Kebiasaan
dari SD itu, berlanjut hingga sekarang. Dari membaca itulah, Dila mengaku
mendapat banyak wacana. hingga kemudian isu-isu hangat yang menjadi topic
belakangan ini, sudah ia kusai betul. “Kalau ada berita terbaru, Dila kadang
tanya ke saya. Lha saya belum baca, ia sudah baca dulu,”kekeh Sujoni
Menilik
prestasi Dila, tak salah jika ia terpilih sebagai siswi teladan. Karya tulis
yang ia buat bertumpuk dan hampir semuanya menyabet juara. Belum lagi soal
prestasinya di bidang extra sekolah maupun intra. Dila pernah memenangkan lomba
cheerleaders di SMP 2, belum lagi di kegiatan intra, ia menjabat sebagai ketua
osis periode 2005-2006 ini.
Sifat
pemimpin, juga hinggap di diri Dila. Kedua orangtuanya yang seorang polisi,
nampaknya membuat Dila bertanggung jawab terhadap kepribadiannya. Meski ia tak
mendapat didikan disiplin yang ketat dari orangtuanya, Dila tahu diri dan
selalu disiplin terhadap segala hal. Kepimpinannya itu lah yang kemudian
menjadikan Dila sebagai seorang Ketua osis
Tak
hanya itu, Dila ini ternyata juga pandai menyanyi, menari dan bermain musik.
Rasa-rasanya, tak akan habis, jika tanya tentang hobi yang digelutinya saat
ini. “Hobi saya banyak. Tapi yang paling saya suka ya membaca itu,”jelas Dila.
Saat
ini, semua yang dimiliki gadis seperti DIla ini sudah tercapai. Ketua Osis,
sudah ia jalankan dengan baik, menjdi jauara karya ilmiah, sering ia peroleh,
dan yang paling diimpikan keluarga maupun Dila sendiri, yaitu menjadi SIswi
Teladan, sudah ia rengkuh.
Meski
demikian ada satu obsesi yang saat ini ia inginkan, membuat Novel. Ya, saat
ini, Dila mengaku ingin membuat novel dari kumpulan cerpennya yang sudah ia
simpan di hardisk computer di kamarnya.
Dila
mengaku, saat ini sudah tiga cerpen ia buat. Belum ia publikasikan memang,
namun, ia ingin, sewaktu-waktu ia publikasikan langsung dalam bentuk novel.
Seperti Dewi “Dee” LEstari yang terkenal dengan Supernovanya itu. “Pengen
banget bikin Novel, kan sekarang banyak perempuan yang menulis novel,”pungkas
penggemar Pramodya Ananta Toer ini. (*)